Rumor Kedekatan Fuji dan Verrell Bramasta, Kerugian Negara Akibat Korupsi Migas, dan Modus Blending Ilegal Pertamina

Kedekatan Fuji dan Verrell Bramasta, Doa Ibu untuk yang Terbaik  

Venna Melinda, ibu dari Verrell Bramasta, memberikan doa terbaik untuk siapa pun yang dekat dengan anaknya, termasuk Fuji Utami. Venna mengungkapkan bahwa ia sudah mengenal Fuji dan keluarganya, bahkan pernah bertemu orang tua Fuji beberapa kali di acara TV. Venna memuji kekompakan dan kreativitas Fuji, serta berharap hubungan mereka tetap positif. Hubungan antara Fuji dan Verrell semakin ramai dibicarakan setelah keduanya sering muncul bersama dalam berbagai konten, termasuk saat Verrell mengajak Fuji berkeliling gedung DPR. Meski rumor kedekatan keduanya semakin beredar, Venna lebih memilih untuk mendoakan yang terbaik bagi mereka.

Kerugian Negara Bisa Mencapai Rp 1 Kuadriliun: Kasus Korupsi di Sektor Migas

Kejaksaan Agung (Kejagung) memberikan peringatan serius terkait pola korupsi yang masih terjadi di sektor migas. Jika pola yang sama terus berlanjut, kerugian negara bisa mencapai Rp 1 kuadriliun. Pada 2023 saja, kerugian negara yang diakibatkan oleh korupsi sudah mencapai Rp 193,7 triliun. Beberapa faktor utama yang menyebabkan kerugian tersebut antara lain ekspor minyak mentah dalam negeri, impor minyak mentah dan BBM melalui broker, serta pemberian kompensasi yang tidak tepat. Kejagung juga telah menetapkan tujuh tersangka, termasuk petinggi Pertamina seperti Riva Siahaan, yang dituduh terlibat dalam manipulasi ini.

Modus Blending Ilegal oleh Petinggi Pertamina: Kerugian Negara Semakin Membesar

Modus blending BBM ilegal yang dilakukan oleh petinggi Pertamina semakin terungkap. Mereka melakukan blending BBM jenis RON 88 (Premium) dan RON 90 (Pertalite) menjadi RON 92 (Pertamax), lalu menjualnya dengan harga lebih tinggi, meskipun proses tersebut tidak sesuai aturan. Praktik ini, bersama dengan penurunan produksi kilang dalam negeri dan pengimporan minyak mentah dengan harga tinggi, menyebabkan kerugian negara yang besar. Kerugian ini semakin diperparah dengan pembelian BBM yang tidak sesuai dengan harga pasaran, dan diduga ada keterlibatan beberapa petinggi Pertamina seperti Riva Siahaan, Maya Kusmaya, dan Edward Corne dalam tindakan ilegal ini. Kejaksaan Agung terus melakukan penyelidikan dan berharap dapat mengusut tuntas kasus ini.

ikuti toyoong.com di:

Posting Komentar

0 Komentar